I play my own symphony. I write it with all my heart but still it seems like life can never be like how we want it to be...
Thursday, December 31, 2015
Happy New Year
At this moment, I may or may not be trapped between two numbers
Either I move forward or stay here, I'm still looking back
Let the flashes of my past deeds light me
Whether to guide or not, lets celebrate
And after all we have been through, now;
Happy new year.
Wednesday, December 16, 2015
Above The Soil
If I give you a way
To the stars
Will you journey it?
If I give you a ladder
To the moon
Will you climb it?
If you can reach the sun
Will you touch it
Even if it burns you?
If you can only get
The cloud
Will you rather fall back down?
What about earth?
What about its soil?
Will you feel great about standing on it?
You look up
To the sky
Trying to scale it too
Why would you
Stare at it?
Casted in shadows
Of those people up there
Wednesday, December 2, 2015
Bagai Rintik-Rintik Hujan
Pernahkah kau menengadah
Dan sejauh mata memandang
Langit tetap kelabu
Tanpa sinar mentari
Pernahkah kau berdiri
Dan sejauh kaki melangkah
Semua terlihat begitu jauh
Dijurangi oleh tahun-tahun perjuangan
Pernahkan kau membuka mata
Dan senyummu memudar
Melihat realita di bawah kakimu
Bergeser memperlihatkan bayangan kelamnya
Dan kau jatuh
Jatuh bagai rintik-rintik hujan
Tak berhenti dan tak diperlambat
Jatuh tepat menuju tanah yang keras
Tetes-tetes air itu
Memercik hancur oleh kerasnya kenyataan
Berkeping-keping bentuknya
Sampai alam pun tak lagi mengenalinya
Keping-keping itu
Menyatu dengan pecahan lainnya
Mengalir jauh dan makin jauh
Hilang tanpa ada yang menyadari ke mana
Aliran itu
Nyata namun tanpa arah
Mengalir namun tak diindahkan
Hingga membentuk sesuatu yang lebih besar
Sungai itu mengalir deras dalam jalurnya
Namun tetes-tetes air yang membentuknya
Tak dikenali lagi
Dan mereka menangis dalam derunya
Air mata mereka hilang ditelan aliran lainnya
Dan sejauh mata memandang
Langit tetap kelabu
Tanpa sinar mentari
Pernahkah kau berdiri
Dan sejauh kaki melangkah
Semua terlihat begitu jauh
Dijurangi oleh tahun-tahun perjuangan
Pernahkan kau membuka mata
Dan senyummu memudar
Melihat realita di bawah kakimu
Bergeser memperlihatkan bayangan kelamnya
Dan kau jatuh
Jatuh bagai rintik-rintik hujan
Tak berhenti dan tak diperlambat
Jatuh tepat menuju tanah yang keras
Tetes-tetes air itu
Memercik hancur oleh kerasnya kenyataan
Berkeping-keping bentuknya
Sampai alam pun tak lagi mengenalinya
Keping-keping itu
Menyatu dengan pecahan lainnya
Mengalir jauh dan makin jauh
Hilang tanpa ada yang menyadari ke mana
Aliran itu
Nyata namun tanpa arah
Mengalir namun tak diindahkan
Hingga membentuk sesuatu yang lebih besar
Sungai itu mengalir deras dalam jalurnya
Namun tetes-tetes air yang membentuknya
Tak dikenali lagi
Dan mereka menangis dalam derunya
Air mata mereka hilang ditelan aliran lainnya
Subscribe to:
Comments (Atom)