Sering kali aku bertanya pada diriku sendiri. Mengeluh pada keterbatasan imajinasiku. Kenapa mencari ide itu sulit sekali?
Aku seorang kutu buku. Tapi tidak peduli berapa pun banyaknya lemari berisi buku yang sudah kubaca, ide tidak kunjung muncul juga di kepalaku. Ide yang muncul hanya sepotong-sepotong. Seperti berbagai batu-batu berharga yang bisa ditemukan di perut bumi. Indah, namun jika batu yang bermacam-macam itu dirangkai dan dijadikan perhiasan, bentuknya tidak akan bagus.
Aku seorang kutu buku. Tapi tidak peduli berapa pun banyaknya lemari berisi buku yang sudah kubaca, ide tidak kunjung muncul juga di kepalaku. Ide yang muncul hanya sepotong-sepotong. Seperti berbagai batu-batu berharga yang bisa ditemukan di perut bumi. Indah, namun jika batu yang bermacam-macam itu dirangkai dan dijadikan perhiasan, bentuknya tidak akan bagus.
Aku berusaha mencari ide. Pergi ke toko buku dan menenggelamkan diri di antara sinopsis-sinopsis buku yang ada. Menonton berbagai film. Mengobrol bersama teman. Tapi, kenapa ide itu tidak kunjung muncul juga di pikiranku? Tidak jarang aku harus berpikir berhari-hari sebelum mendapatkan ide menulis yang bagus.
Aku paling merasa nyaman saat menulis puisi. Walaupun ide yang keluar kadang tersendat, tapi saat terpaksa, rangkaian kata bisa juga keluar dari pikiranku. Aku suka menulis puisi karena saat menulis puisi, tidak perlu memikirkan jalan cerita ataupun konflik. Isi hati kita yang galau, kesal, atau bahagia sudah cukup sebagai konflik. Dan kita hanya perlu berusaha merangkai kata dan mencari pemisalan yang tepat, sebelum akhirnya puisi itu selesai.
Tapi menulis cerita itu seebuah kenikmatan yang lain bagiku. Lewat menulis cerita, kita dapat menciptakan dunia kita sendiri. Kita menjadi 'tuhan' dalam dunia itu. Kita yang memegang kendali. Dan mungkin, kita dapat menyentuh hati orang-orang lain.
Mencari ide memang sulit, namun aku memutuskan untuk tidak kalah sebelum berperang. Sesudah mendapat ide nanti, perang yang sesungguhnya baru dimulai. Menulis terlalu berharga untuk disingkirkan dari daftar hobiku. Kesenanganku menguntai kata dan membuat sebuah dunia baru terlalu besar. Aku tidak bisa berhenti, dan aku rasa itu sebuah hal yang baik.
Aku paling merasa nyaman saat menulis puisi. Walaupun ide yang keluar kadang tersendat, tapi saat terpaksa, rangkaian kata bisa juga keluar dari pikiranku. Aku suka menulis puisi karena saat menulis puisi, tidak perlu memikirkan jalan cerita ataupun konflik. Isi hati kita yang galau, kesal, atau bahagia sudah cukup sebagai konflik. Dan kita hanya perlu berusaha merangkai kata dan mencari pemisalan yang tepat, sebelum akhirnya puisi itu selesai.
Tapi menulis cerita itu seebuah kenikmatan yang lain bagiku. Lewat menulis cerita, kita dapat menciptakan dunia kita sendiri. Kita menjadi 'tuhan' dalam dunia itu. Kita yang memegang kendali. Dan mungkin, kita dapat menyentuh hati orang-orang lain.
Mencari ide memang sulit, namun aku memutuskan untuk tidak kalah sebelum berperang. Sesudah mendapat ide nanti, perang yang sesungguhnya baru dimulai. Menulis terlalu berharga untuk disingkirkan dari daftar hobiku. Kesenanganku menguntai kata dan membuat sebuah dunia baru terlalu besar. Aku tidak bisa berhenti, dan aku rasa itu sebuah hal yang baik.
No comments:
Post a Comment