Pages

Sunday, June 29, 2014

Loving You

You told me
You love me more than I know it
You want me to always stay by your side
And that you miss me

Don't you know?
My heart have chosen you even before I knew it
I can't stop the urge to be with you
And I've always been missing you since we knew each other

You let me fall to the ground
You pushed me harder and harder
And this stupid me
Can't help but staying by your side

You told me not to leave 
So I stay as what you've said
You told me to always stay by your side
So I do my best to stand there

But at those cold windy days
Were you there?
Staying beside me,
And comforting me?

I'm not sure
But even if you weren't there
I know I cannot leave you
Staying by your side day by day

This stupid heart of mine
Seems to have its own brain
Why is it so stubborn?
Why it can't just leave you?

I guess I love you way too much...

Thursday, June 26, 2014

Dilema Seorang Penulis

Sering kali aku bertanya pada diriku sendiri. Mengeluh pada keterbatasan imajinasiku. Kenapa mencari ide itu sulit sekali?
Aku seorang kutu buku. Tapi tidak peduli berapa pun banyaknya lemari berisi buku yang sudah kubaca, ide tidak kunjung muncul juga di kepalaku. Ide yang muncul hanya sepotong-sepotong. Seperti berbagai batu-batu berharga yang bisa ditemukan di perut bumi. Indah, namun jika batu yang bermacam-macam itu dirangkai dan dijadikan perhiasan, bentuknya tidak akan bagus.
Aku berusaha mencari ide. Pergi ke toko buku dan menenggelamkan diri di antara sinopsis-sinopsis buku yang ada. Menonton berbagai film. Mengobrol bersama teman. Tapi, kenapa ide itu tidak kunjung muncul juga di pikiranku? Tidak jarang aku harus berpikir berhari-hari sebelum mendapatkan ide menulis yang bagus.
Aku paling merasa nyaman saat menulis puisi. Walaupun ide yang keluar kadang tersendat, tapi saat terpaksa, rangkaian kata bisa juga keluar dari pikiranku. Aku suka menulis puisi karena saat menulis puisi, tidak perlu memikirkan jalan cerita ataupun konflik. Isi hati kita yang galau, kesal, atau bahagia sudah cukup sebagai konflik. Dan kita hanya perlu berusaha merangkai kata dan mencari pemisalan yang tepat, sebelum akhirnya puisi itu selesai.
Tapi menulis cerita itu seebuah kenikmatan yang lain bagiku. Lewat menulis cerita, kita dapat menciptakan dunia kita sendiri. Kita menjadi 'tuhan' dalam dunia itu. Kita yang memegang kendali. Dan mungkin, kita dapat menyentuh hati orang-orang lain.
Mencari ide memang sulit, namun aku memutuskan untuk tidak kalah sebelum berperang. Sesudah mendapat ide nanti, perang yang sesungguhnya baru dimulai. Menulis terlalu berharga untuk disingkirkan dari daftar hobiku. Kesenanganku menguntai kata dan membuat sebuah dunia baru terlalu besar. Aku tidak bisa berhenti, dan aku rasa itu sebuah hal yang baik.

Wednesday, June 25, 2014

Info :)

Hi everyone!
I just want to inform you that the owner of this blog is still the same person. It's just that I want to change the email.. Really.
I hope you would understand...
Thanks :)

Monday, June 16, 2014

Sepatu Kehidupan

Sulit untuk melihat hidup kita dari sisi pandang orang lain. Terutama dari mereka yang cara hidupnya berbeda dari kita. Mereka yang berada di atas kita dan mereka yang berada di bawah kita.
Biasanya yang berada di bawah akan melihat ke atas dan berharap mereka berada di atas situ. Sementara yang berada di atas.... mereka selalu menginginkan yang lebih lagi. Tapi kita semua tahu, kerja keras, niat, dan terkadang, keberuntungan lah yang bisa membuat kita naik ke posisi yang lebih tinggi.
Namun bukan berarti mereka yang berada di bawah kita adalah pemalas. Bukan berarti mereka orang-orang yang tidak beruntung. Bahkan mereka mungkin berusaha lebih keras dari mereka yang berada di posisi atas. Mungkin mereka sudah berusaha meraih berbagai kesempatan yang ada dalam hidup mereka, dan terus berharap walaupun sampai saat ini apa yang mereka cita-citakan belum terwujud.
Coba bayangkan bagaimana para pekerja di restoran. Memasak dan mengantarkan, serta membersihkan sisa-sisa makanan yang sering kali masih bagus dan masih banyak, sisa-sisa dari kenikmatan para pemakannya yang kurang bersyukur atas kelezatan yang bisa mereka dapat. Mereka berdiri hampir sepanjang hari, bolak-balik dari dapur ke meja pelanggan, melihat dan menyajikan makanan-makanan enak yang tidak bisa mereka makan, tidak bisa mereka peroleh dengan mudah, dan juga melihat banyak sisa-sisa makanan yang terbuang sia-sia. Pada saat-saat tertentu, terutama saat mereka merasa lapar ataupun teringat pada keluarga mereka, mungkin akan timbul keinginan untuk menyantap makanan-makanan yang sudah merupakan pekerjaan mereka untuk menyajikannya pada para tamu. Mungkin mereka juga akan merasa sedih, meihat banyak makanan terbuang, padahal makanan-makanan itu dimasak untuk dinikmati, untuk dapat mengenyangkan orang yang memakannya, tapi sebagian malah berakhir di tempat sampah.
Sering kali kita memang tidak bersyukur dengan apa yang kita punya. Kita malah melihat apa yang orang lain punya, menginginkan apa yang mereka punya. Kita menginginkan posisi yang lebih tinggi. Kita menginginkan posisi itu dan segala kenikmatannya, tanpa menyadari seberapa besar tanggung jawab yang harus dipikul, konsekuensi dari posisi dan kenikmatan yang diduduki. Dan saat kita sudah mendudukinya, posisi dan segala kenikmatan yang menyertainya itu menjadi biasa, membuat kita menginginkan yang lebih lagi. Kebanyakan dari kita tidak menyadari, bahwa mungkin saja tempat dimana kita berdiri sekarang itu adalah tempat yang dulu pernah kita impikan, hanya saja sekarang tempat itu dan segala keindahannya telah menjadi hal yang biasa bagi kita, sehingga kita tidak lagi mensyukurinya dan tidak lagi memimpikannya.
Masing-masing dari kita berjalan di sepatu. Di jalan kehidupan yang berbeda. Kisah masing-masing orang bebeda, dan kisah itulah yang membuat mereka menjadi sosok seperti sekarang ini. Setiap hambatan, setiap luka yang terbentuk, dan setiap orang yang ada dalam hidup masing-masing dari kita memiliki arti penting sendiri-sendiri. 
Setiap dari kita pasti tidak ingin di-judge oleh orang lain. Maka itu, jangan juga men-judge orang lain. Tidak peduli apapun alasannya. Karena kita melihat hidup dari suidut pandang yang berbeda-beda. Setiap kejadian dalam hidup kita membawa kita ke sudut pandang itu. Setiap orang, dimanapun posisi mereka sekarang, pasti juga melewati berbagai kesulitan dan masalah dalam hidupnya.