Sulit untuk melihat hidup kita dari sisi pandang orang lain. Terutama dari mereka yang cara hidupnya berbeda dari kita. Mereka yang berada di atas kita dan mereka yang berada di bawah kita.
Biasanya yang berada di bawah akan melihat ke atas dan berharap mereka berada di atas situ. Sementara yang berada di atas.... mereka selalu menginginkan yang lebih lagi. Tapi kita semua tahu, kerja keras, niat, dan terkadang, keberuntungan lah yang bisa membuat kita naik ke posisi yang lebih tinggi.
Namun bukan berarti mereka yang berada di bawah kita adalah pemalas. Bukan berarti mereka orang-orang yang tidak beruntung. Bahkan mereka mungkin berusaha lebih keras dari mereka yang berada di posisi atas. Mungkin mereka sudah berusaha meraih berbagai kesempatan yang ada dalam hidup mereka, dan terus berharap walaupun sampai saat ini apa yang mereka cita-citakan belum terwujud.
Coba bayangkan bagaimana para pekerja di restoran. Memasak dan mengantarkan, serta membersihkan sisa-sisa makanan yang sering kali masih bagus dan masih banyak, sisa-sisa dari kenikmatan para pemakannya yang kurang bersyukur atas kelezatan yang bisa mereka dapat. Mereka berdiri hampir sepanjang hari, bolak-balik dari dapur ke meja pelanggan, melihat dan menyajikan makanan-makanan enak yang tidak bisa mereka makan, tidak bisa mereka peroleh dengan mudah, dan juga melihat banyak sisa-sisa makanan yang terbuang sia-sia. Pada saat-saat tertentu, terutama saat mereka merasa lapar ataupun teringat pada keluarga mereka, mungkin akan timbul keinginan untuk menyantap makanan-makanan yang sudah merupakan pekerjaan mereka untuk menyajikannya pada para tamu. Mungkin mereka juga akan merasa sedih, meihat banyak makanan terbuang, padahal makanan-makanan itu dimasak untuk dinikmati, untuk dapat mengenyangkan orang yang memakannya, tapi sebagian malah berakhir di tempat sampah.
Sering kali kita memang tidak bersyukur dengan apa yang kita punya. Kita malah melihat apa yang orang lain punya, menginginkan apa yang mereka punya. Kita menginginkan posisi yang lebih tinggi. Kita menginginkan posisi itu dan segala kenikmatannya, tanpa menyadari seberapa besar tanggung jawab yang harus dipikul, konsekuensi dari posisi dan kenikmatan yang diduduki. Dan saat kita sudah mendudukinya, posisi dan segala kenikmatan yang menyertainya itu menjadi biasa, membuat kita menginginkan yang lebih lagi. Kebanyakan dari kita tidak menyadari, bahwa mungkin saja tempat dimana kita berdiri sekarang itu adalah tempat yang dulu pernah kita impikan, hanya saja sekarang tempat itu dan segala keindahannya telah menjadi hal yang biasa bagi kita, sehingga kita tidak lagi mensyukurinya dan tidak lagi memimpikannya.
Masing-masing dari kita berjalan di sepatu. Di jalan kehidupan yang berbeda. Kisah masing-masing orang bebeda, dan kisah itulah yang membuat mereka menjadi sosok seperti sekarang ini. Setiap hambatan, setiap luka yang terbentuk, dan setiap orang yang ada dalam hidup masing-masing dari kita memiliki arti penting sendiri-sendiri.
Setiap dari kita pasti tidak ingin di-judge oleh orang lain. Maka itu, jangan juga men-judge orang lain. Tidak peduli apapun alasannya. Karena kita melihat hidup dari suidut pandang yang berbeda-beda. Setiap kejadian dalam hidup kita membawa kita ke sudut pandang itu. Setiap orang, dimanapun posisi mereka sekarang, pasti juga melewati berbagai kesulitan dan masalah dalam hidupnya.